Welcome to Cherry's Fantasy World

Rabu, 17 November 2010

3 Kata Terindah #03

“Hah?? Mereka ke sini??”, pekik Zeva dan Ify berbarengan. Ify langsung ambil cermin dan memperhatikan wajahnya. Sementara Zeva dan Sivia merapikan poni. Cuma Agni yang pasang tampang sante. Dia tetap main hape.



“Ag, muka gue ada nodanya nggak?“, tanya Ify. “Muka lo nggak kenapa. Tapi, rambut lo…”, tunjuk Agni pada rambut Ify. “Hah?? Rambut gue kenapa??”, tanya Ify panik. “rambut lo… item!”, jawab Agni disusul tawa ngakak.



“Lima langkah lagi mereka nyampe.”, bisik Zeva. Napasnya memburu. Sivia dan Ify pun tak kalah deg-deggan. Tapi ternyata...



Siiink...



CB Cuma lewat. Bukannya menghampiri bangku mereka. Ify, Sivia, dan Zeva cengo tak percaya. “Whaaat?? Mereka nggak ke sini? Lo bilang mereka mo nyamperin kita..”, sengit Ify pada Sivia. Sivia mengerutkan alis.



“Gue Cuma bilang mereka mo ke sini. Tapi gue khan nggak bilang mereka mo nyamperin kita.”, ralat Sivia.



“Makanya, stay cool ajaa!! Cowok itu lebih suka sama cewek yang apa adanya. Nggak nguber-nguber. Ngerti?”, celetuk Agni.



(andai semua cowok kea bgtu - - ‘)



Tiga cewek di hadapannya tak menanggapi nasihat Agni. Mereka hanyut dalam lamunan.



#



“Syukurlah MOS hari pertama berjalan dengan baik. Karena kami para anggota OSIS memang baik-baik.“, kata Rio selaku ketua panitia MOS melalui pengeras suara.



“HUUUU!!“, teriak sorakan anak-anak baru.



“hari ini kalian masih bisa bersorak. Kalian belum tau siapa kami. Kami ini...“, kalimat Rio terputus oleh celetukan salah satu anak baru.



“Power Rangers ya Kak?”, tanyanya pede.



Kontan, meledaklah tawa seluruh siswa.



“Bukan, kami bukan Power Rangers. Tapi kami Pahlawan Bertopeng.“, ralat Rio tak mau kalah.



“Kirain Barbie.”, celetuk anak itu lagi.



“Ya nggak ada hubungannyalah Dik!”, kata Rio lagi.



Gabriel menyikut lengan Rio. “Heh. Jaga wibawa. Lo di sini buat ngasih pengumuman. Bukannya debat tokoh kartun.”, bisik Gabriel. Rio Cuma nyengir dengan pandangan minta maaf.



“Tolong catat benda-benda yang harus kalian bawa besok. besok kalian harus membawa Roti Merdeka…”



Semua anak-anak baru buru-buru mengeluarkan notes mereka.



“…, Buah Teh, minuman piala dunia, dan tempat pemeliharaan gajah di Bali.”, ujar Rio.



Semua anak baru melotot. “Banyak amat Kak.”, protes anak tadi. Rio tersenyum sadis. “Itu baru empat Dik. Sebenernya kami mau kasih delapan atau sepuluh sekalian.“, jawabnya santai. Pelototan mata anak-anak baru makin gede. Ada yang biji matanya hampir keluar lagi, saking keselnya. “APAAA????“



#lebeeeh



“Khan sudah kakak bilang. Kalian belum tau siapa kami. Jangan lupa barangnya dibawa besok. Yang nggak bawa, salah bawa, atau kurang,, silakan... bayangkan hukuman apa yang akan menanti kalian.“, ancam Rio sok seram. Cakka dan Alvin menutup mereka dengan tangan untuk menahan ketawa. Rio lucu banget!! Nggak cocok akting seram.



“MOS hari pertama selesai. Sebelum pulang, marilahkita semua berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai.“, pimpin Rio. Semua berdoa dengan khusuk.



“Berdoa selesai. Balik kanan bubar, jalan!“, perintah Rio. Satu persatu anak-anak baru meninggalkan lapangan tengah. Yang masih tinggal hanyalah OSIS.



Rio merogoh hape yang disimpan dalam ranselnya.



1 message received



From: 08112xxxxxxx

Halo Kak Rio. Temuin gue di halaman belakang dong! Gue mau ngomong penting. GPL!!

-ur secret admirer-



Rio mengerutkan alis. ’secret admirer? Hellooo!!! Udah mau ganti taun begini masih ada yang namanya secret admirer?’, gumamnya heran. “Kenapa Yo?“, tanya Alvin. Rio menggeleng. “Gue ada janji. Lo bertiga pulang duluan deh!“, ’usir’nya halus. “Kita duluan ya!“, pamit Gabriel. Rio mengangguk. Cakka, Gabriel, dan Alvin meninggalkan Rio yang hanya sendiri di halaman tengah.



“Secret admirer? Ini 2010!! Udah mo ganti taun lagi! Masih jaman ya??“, tanya Rio pada dirinya sendiri. “pake bilang ‘nggak pake lama’ lagi! Siapa sih lo? Ngatur-ngatur gue.”, tambahnya lagi. Namun, tak bisa disangkal. Dia penasaran. Akhirnya, Rio iseng pergi ke halaman belakang.



#



Sesampainya di sana, tak ada seorang pun kecuali dirinya. Rio jadi bergidik sendiri. “Apa jangan-jangan yang ngirimin gue sms itu ***tu??”, tanya Rio sedikit bergidik. “Nggak mungkin ah! ***tu mana punya hape?? Emangnya di ‘dunia sana’ ada counter hape ya?”, Rio segera membuang jauh-jauh pikirannya itu.



PLUK! Ada sesuatu yang menyentuh pundaknya. “HUAAAA!!”, teriak Rio kaget. Dia berbalik dan mendapati seorang cewek tertawa melihatnya.



“Hah?? Elo?? Ngapain lo di sini??”, teriak Rio. Ify berhenti tertawa. “Gue? Khan mau ketemu lo.”. “Ketemu gue? Jangan-jangan lo ini…”, tunjuk Rio pada Ify. Ify tersenyum dan mengangguk.



“AAAAA~!!!”, Rio berteriak heboh. “Lo udah bikin gue kesel dan sial sejak pertama kali ketemu.“, seru Rio lagi. “Tapi itu nggak ngelarang gue buat suka sama lo khan?“, tanya Ify. Rio menepuk dahinya. Putus asa mode on. Semangat mode off!



“Jadi cowok gue ya!”, pinta Ify. Rio terbelalak kaget. “Gampang banget lo nembak gue. Nggak kenal sama kata romantis, Neng??”, tanya Rio. Ify menggeleng. “Buat cowok sok dingin kaya lo, nggak perlu kata romantis. Yang perlu tuh, blak-blakkan dan sadiss!!”, jawab Ify. Rio memutar otaknya cepat. Mencari cara agar dia bisa kabur dari tempat itu.



“eh, Fy.”, panggil Rio.

“Iya Kak Io sayaaaang… kenapa??”, tanya Ify balik.

Rio menatap Ify dengan pandangan aneh. “Jijay gue dipanggil sayang sama lo tau!! Eh, lo tau anak-anak Cool Boys khan?”, tanya Rio. Ify mengangguk.



“Tuh, ketuanya CB lagi terbang pake sayap.”, tunjuk Rio pada langit di belakang Ify. Spontan, Ify menoleh. “Mana? Mana???”, tanyanya heboh. Sementara itu, Rio langsung kabuuuur!!



“mana sih, Kak?”, tanya ify. Lalu, Ify mikir-mikir sendiri. CB itu terdiri dari Cakka, Alvin, Gabriel, sama Rio. Kata Cakka, ketuanya bernama Mario Stevano Aditya yang biasa dipanggil Rio. Tiba-tiba, ify baru menyadari. “Mario itu khan Kak Rio!! Dan tadi dia ngomong sama gue. Mana mungkin dia terbang. Berarti dia nipu gue.”, batin Ify baru menyadari.



#telaaaat~!! - - ‘



“Kak Ri…o”, panggil Ify sambil menoleh. Rio sudah menghilang dari pandangannya. Akhirnya, Ify tau kalau Rio kabur. ’Oh, gitu. Lo coba-coba nipu gue? Tunggu aja Kak. Alyssa Saufika Umari bakal bikin lo bertekuk lutut. Cepat atau lambat. Tunggu aja!’, batin Ify berjanji.



#



“telpon Zeva, gih Vi! Tanyain posisi dia di mana sekarang.“, perintah Ify. Sivia mengangguk dan menekan nomor Zeva. Sore ini Sivia dkk ngumpul di rumah Ify untuk membahas tentang barang-barang MOS. Sivia yang notabene temen Ify dari SMP, jelas udah tau rumah cewek itu. Agni? Anak gaul gitu lhooo!! Nyari rumahnya Ify mah bukan masalah besar. Nah, tinggal Zeva. Sebenernya Sivia mau berangkat bareng Zeva, tapi tadi Zeva bilang mo nganterin Mamanya ke rumah Tante Riz buat arisan. Baru dia nyusul ke rumah Ify. Mereka udah nunggu Zeva selama sejam, tapi batang hidungnya belom nongol juga.



“Zeva bilang udah deket sini. Udah gue suruh masuk ke rumah bercat oranye.“, kata Sivia memutuskan sambungan teleponnya. Ify dan Agni hanya ber-oh ria.



#



“Ify.. Sivia.. Agni..“, panggil Zeva ketika sudah memasuki rumah. Tak ada sahutan. Zeva mengeraskan teriakannya. Rumah itu cukup besar. Namun sangat sepi akan penghuni. Zeva memperhatikan foto-foto yang berjejer pad dinding dan buffet. Foto sepasang suami istri dengan anak mereka yang masih balita. Cowok. “Kayanya gue pernah liat anak ini. Di mana ya?”, tanya Zeva.



PLUK! Seseorang menepuk pundak Zeva dari belakang. “WAAA!!”, teriaknya kaget. Di belakangnya berdiri seorang cowok putih berkaus oblong dan celana pendek. “Hah? Kak Alvin??”. Diam-diam Zeva sempat kagum juga. Alvin selalu tampak cakep dalam pakaian apapun.



“Lo temennya Ify ya? anak baru di sekolah gue?”, tanya Alvin. Zeva mengangguk. “Ngapain di sini?”, tanya Alvin. “Nyari Ify.”, jawab Zeva polos. Alvin membesarkan matanya. “Nyari Ify ngapain ke rumah gue?”, tanya Alvin. Dahi Zeva berkerut. “Rumah lo? Ini khan rumah Ify.”, kata zeva ngotot.



“Rumah gue!!”, kata Alvin tak mau kalah.

“Rumah IFYYY!!”, teriak Zeva masih ngotot.

Alvin berdecak kesal. “Sini. Gue kasih tau rumahnya Ify.”, ajak Alvin menarik tangan Zeva. Zeva kaget sendiri. Genggaman itu begitu hangat.



“Lo liat rumah itu?”, tanya Alvin menunjuk rumah bercat oranye juga di sebelah kiri rumahnya melalui jendela. Zeva mengangguk. “Itu dia rumah temen lo!”, kata Alvin memberitau. “Ooh..”, Zeva malu sendiri.



“Nama lo siapa sih?”, tanya Alvin tiba-tiba. “Zevana, Kak.”, jawab Zeva dengan wajah masih merah. “Ya udah Ze. Sekarang gue anter lo ke rumah Ify.”, kata Alvin kembali menarik tangan Zeva. Dengan Cuma make sandal jepit seadanya, Alvin dan Zeva ’berangkat’ ke rumah Ify.



#



“Ipiiii!!”, teriak Alvin di depan pintu. Ify dkk keluar. “Neh, temen lo nyasar ke rumah gue.”, kata Alvin tanpa basa-basi. Sementara, wajah Zevana masih merah padam. “Lo nyasar ke rumahnya Kak Alvin?”, tanya Sivia. Zeva mengangguk.



“Ya udah. Gue pulang dulu, ya cewek-cewek. Babay!!”, pamit Alvin.

“Ngakunya calon fotografer ganteng, tapi kok sandal jepit?”, cibir Ify.

“Biariiiin!! Yang ganteng khan muka gue, bukan kaki gue!“, jawab Alvin meleletkan lidah. Dan, dia pun segera berlalu.



#



“Gue maluuuu!!“, seru Zeva menutup wajahnya. “Tapi beruntung!“, lanjutnya lagi. “Kak Alvin jadi tau nama gue. Hehehe“, ujarnya sambil nyengir. Sivia dan Agni Cuma bisa geleng-geleng kepala. “Males deh, kalau udah ada aroma lope lope kaya begini.”, sungut Agni. “Fy, tadi lo kok nggak mau pulang bareng kita?“, tanya Agni tiba-tiba. Sivia dan Zeva ikut menoleh kea rah Ify. Akhirnya, Ify bercerita masalah penembakan dan tertipunya dia oleh Rio.



“Gue yakin, dia bakal bertekuk lutut sama gue. Tungguin aja!”, kata Ify berapi-api.

“Niat amat lo!“, tanggap Sivia.

“ketua CB terbang!”, celetuk Agni. Zeva dan Sivia langsung ngakak. Agni nyusul. Ify cemberut. “Mau aja lo diboongin sama dia.“, ujar Sivia sambil geleng-geleng kepala. Bibir Ify makin maju.



“Sori deh! Ya udah . sekarang pikirin. Apa itu: Roti merdeka, buah teh, minuman piala dunia, sama tempat pemeliharaan gajah di Bali.“, kata Zeva.



#



Huaaa~!! Mav buat IFC!! Ify aku bikin suka ngejar-ngejar Rio. Biar seru aja gituu... Makasih buat Lisa Ramadhani sama Windy Pratiwi dari SMAN 1 Kuta yang udah ngasih tau apa aja barang-barang aneh yang mesti dibawa pas mereka MOS. Berguna banget. Thanks ya friends : ). Kenapa aku minta bantuan kalian? Soalnya pas MOS sekolahku, OSISnya Cuma nyuruh bawa ROTI MERDEKA.



Mav, aku nggak bisa ngepost part berikutnya minggu depan. Udah ulum neh!! Seminggu aku mesti belajar. Jadi, mav banget ya! aku usahain, paling nggak, dua minggu lagi part berikutnya udah terbit kok : ) minta doanya, biar aku bisa ngelewatin ulum dengan lancar.



Oh ya, selamat hari raya Idul Adha buat yang merayakan ya! : )



Mav atas nama-nama tokoh yg dipinjam tanpa ijin. Mav jika ada kesamaan nama tempat dan kejadian. itu merupakan unsur ketidaksengajaan. This story is just for fun & tempat penulis menyalurkan hobi. Thanks!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar